10 January 2014
![]() |
Port dapodikdas |
Saat melakukan instalasi pada Dapodikdas kita tentu masih mengingat bahwa port 80 pada tampilan awal saat instalasi Dapodikdas dengan bundling intaller. Port 80 biasanya digunakan untuk web server, jadi ketika user mengetikkan alamat IP atau hostname di web browser maka web browser akan melihat pada port 80. Beginilah aplikasi yang berbasis webserver ini berjalan. Ketika kita ketikkan localhost pada browser maka bagi windows yang terinstall aplikasi dapodikdas maka akan terpanggillah aplikasi dapodikdas tersebut.
Sering terjadi konflik apabila ada aplikasi lain yang juga menggunakan port 80, hasilnya apache/2.4 tidak bisa distart atau running (berjalan). Pada DapodikdasWebSrv indikasinya macam-macam misalnya Obyek Tidak Ditemukan saat kita ketikkan localhost.
Untuk mengecek aplikasi yang menggunakan port 80, misalnya kalau terjadi bentrok rebutan port, kita bisa menggunakan comand promt dengan langkah sebagai berikut :
Klik start pada windows > ketik "cmd" (tanpa tanda petik)
Kalau command prompt sudah terbuka ketik "netstat -ano" (netstat spasi strip ano, tanpa tanda petik) kemudian tekan enter. Kira-kira beginilah tampilannya :

Misalnya (pada komputer saya) kita menemukan TCP 0.0.0.0.80. Ingat bahkan bila perlu catat listening dan kode PID nya seperti contoh tersebut misalnya kode PID nya 1940. Kalau sudah tutup saja command promptnya.
Selanjutnya kita cari tahu siapa pemilik port tersebut lewat task manager (klik kanan pada task bar pilih start task manager atau bisa juga dengan menekan tombol Ctrl+Alt+Del secara bersamaan), pilih tab services.

Ternyata pemilik PID 1940 yang menggunakan port 80 itu adalah DapodikdasWebServ. Cari tahu adakah aplikasi yang juga menggunakan port 80 (bentrok). Jika ada maka kita harus menghentikan prosesnya agar tidak bentrok dengan Apache DapodikdasWebServ sehingga aplikasi kita bisa berjalan normal.
Untuk menghentikan aplikasi tersebut jangan melalui task manager pada tab end proses. Langkah amannya adalah dengan melakukan uninstall aplikasi yang terindikasi menggunakan port 80, sebelumnya hentikan dulu prosesnya melalui service local.
Klik start ketik services kemudian enter.

Cari aplikasi lain yang menggunakan port 80 tadi kemudian klik kanan stop. Selanjutnya mau diapakan aplikasi tersebut terserah kita, apakah mau dibiarkan saja atau diuninstall dulu sementara kita mengerjakan aplikasi Dapodikdas.
SEMOGA BERMANFAAT
MENCARI APLIKASI LAIN PENGGUNA PORT 80 SELAIN DAPODIKDAS
![]() |
Port dapodikdas |
Saat melakukan instalasi pada Dapodikdas kita tentu masih mengingat bahwa port 80 pada tampilan awal saat instalasi Dapodikdas dengan bundling intaller. Port 80 biasanya digunakan untuk web server, jadi ketika user mengetikkan alamat IP atau hostname di web browser maka web browser akan melihat pada port 80. Beginilah aplikasi yang berbasis webserver ini berjalan. Ketika kita ketikkan localhost pada browser maka bagi windows yang terinstall aplikasi dapodikdas maka akan terpanggillah aplikasi dapodikdas tersebut.
Sering terjadi konflik apabila ada aplikasi lain yang juga menggunakan port 80, hasilnya apache/2.4 tidak bisa distart atau running (berjalan). Pada DapodikdasWebSrv indikasinya macam-macam misalnya Obyek Tidak Ditemukan saat kita ketikkan localhost.
Untuk mengecek aplikasi yang menggunakan port 80, misalnya kalau terjadi bentrok rebutan port, kita bisa menggunakan comand promt dengan langkah sebagai berikut :
Klik start pada windows > ketik "cmd" (tanpa tanda petik)
Kalau command prompt sudah terbuka ketik "netstat -ano" (netstat spasi strip ano, tanpa tanda petik) kemudian tekan enter. Kira-kira beginilah tampilannya :

Misalnya (pada komputer saya) kita menemukan TCP 0.0.0.0.80. Ingat bahkan bila perlu catat listening dan kode PID nya seperti contoh tersebut misalnya kode PID nya 1940. Kalau sudah tutup saja command promptnya.
Selanjutnya kita cari tahu siapa pemilik port tersebut lewat task manager (klik kanan pada task bar pilih start task manager atau bisa juga dengan menekan tombol Ctrl+Alt+Del secara bersamaan), pilih tab services.

Ternyata pemilik PID 1940 yang menggunakan port 80 itu adalah DapodikdasWebServ. Cari tahu adakah aplikasi yang juga menggunakan port 80 (bentrok). Jika ada maka kita harus menghentikan prosesnya agar tidak bentrok dengan Apache DapodikdasWebServ sehingga aplikasi kita bisa berjalan normal.
Untuk menghentikan aplikasi tersebut jangan melalui task manager pada tab end proses. Langkah amannya adalah dengan melakukan uninstall aplikasi yang terindikasi menggunakan port 80, sebelumnya hentikan dulu prosesnya melalui service local.
Klik start ketik services kemudian enter.

Cari aplikasi lain yang menggunakan port 80 tadi kemudian klik kanan stop. Selanjutnya mau diapakan aplikasi tersebut terserah kita, apakah mau dibiarkan saja atau diuninstall dulu sementara kita mengerjakan aplikasi Dapodikdas.
SEMOGA BERMANFAAT
Related Posts
Pengguna PPDB Online Pustekom Kemdikbud tidak perlu input data siswa baru pada dapodik Kabar gembira bagi operator sekolah yang daerahnya sudah menggunakan fasilitas PPDB online milik Pustekom Kemdikbud, karena kemungki ...
Utang Tunjangan Profesi Guru akan Segera Dibayar Setelah Ada Peraturan Menteri Keuangan Jakarta, Kemdikbud (Senin, 24/03/2014 - 17:04) --- Hasil audit BPKP menunjukkan, tunggakan utang tunjangan profesi para ...
Cara terbaru menentukan jumlah Rombel agar valid di info PTK AL-MAUDUDY.COM (17/10/2017) - Sejak tahun pelajaran 2017/2018 ada yang sedikit berbeda dalam penentuan jumlah rombongan belajar, uta ...
PERMENDIKBUD NO. 140 TAHUN 2014 : DAERAH PENERIMA TUNJANGAN KHUSUS BAGI GURU DITENTUKAN OLEH KEPMENDIKBUDPenentuan Daerah Khusus kaitannya dengan penerimaan tunjangan khusus bagi guru, saat ini rupanya semakin selektif, sebab Menteri Pemba ...
SAMPAI 29 NOVEMBER 2014 P2TK DIKDAS MASIH HUTANG 1.800 INDIVIDU BELUM SK DAN 10 MILIAR RUPIAH TERSANGKUT PENCAIRAN Sampai dengan 29 November 2014, kita masih menyisakan hutang sekitar 1.800 individu yang belum SK (rekening), dan sekitar 10M te ...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Postingan Terbaru
Populer Post
Arsip Blog
Artikel Pilihan
Kontingen NTB Siap Berlaga di GSI Nasional 2024: Tiga Siswa SPENEL Wakili Lombok Timur
Pelepasan kontingen GSI Kab. Lombok Timur oleh PJ. Bupati di ruang kerjanya Aikmel, 14 Oktober 2024 - Sebanyak 18 siswa yang tergabung dala...

Aku hanya guru Go-Blog yang suka berbagi informasi demi kemajuan dunia pendidikan.