16 September 2008

ATASI KEPENATAN JAM TERAKHIR

Ada Minuman Segar, Snack Dan Alunan Musik Lembut. Why Not…!

Fenomena jam-jam terakhir dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah adalah sesuatu yang klasik terjadi di mana-mana. Suatu situasi membosankan dimana semua elemen pembelajaran mendekati titik jenuhnya. Sekolah kemudian melontarkan berbagai jurus untuk mengatasinya, misalnya pengaturan jadwal yang diisi dengan matapelajaran rekreatif dan tidak terlalu membutuhkan kerja otak. Akan tetapi terkadang penyusun jadwal mengalami kesulitan sehingga dengan terpaksa mata pelajaran yang tergolong “berat” mesti nongol juga pada jam-jam akhir. Berikut ini kami coba tawarkan dua jurus yang sedikit “nyeleneh” yang mungkin bisa mengatasi permasalahan tersebut.

BELAJAR DIIRINGI MUSIK? DUH ASYIKNYA…

Penelitian para ahli membuktikan peranan musik sangat besar terhadap perkembangan intelektual anak. Bahkan kini banyak dikembangkan pendidikan prenatus (bayi masih dalam kandungan) dengan menggunakan musik-musik klasik, karena diketahui bahwa musik klasik ternyata mampu membantu perkembangan intelegensi bayi.

Demikian juga para ahli psikologi mengelompokkan dua tipe siswa dalam belajar, yaitu seorang siswa dapat lebih berkonsentrasi dalam belajar jika diiringi musik dan ada juga yang justru lebih berkonsentrasi belajar dalam keadaan hening tanpa musik.
Sementara itu dunia remaja adalah dunia yang penuh dengan bunga-bunga, penuh cerita-cerita romantis dan akan terasa lebih indah jika diiringi dengan melodi-melodi indah. So… learning with the music, why not?

Bukankah diperpustakaan-perpustakaan hampir selalu kita temui alunan musik lembut yang membuat betah para pengunjungnya untuk berlama-lama memplototi buku-buku berat yang memeras konsentrasi? Jadi tidak ada salahnya jika kita mencoba berimprivisasi dalam proses pembelajaran dengan jalan ini, mencoba mendobrak kemapanan dan kekakuan tradisi klasik yang selama ini berjalan. Insya Allah kejenuhan, kegerahan dan kepenatan jam-jam akhir bisa teratasi.

SAMBIL BELAJAR ADA MAKANAN DAN MINUMAN ? WHY NOT !

Coba bayangkan seandainya pada jam-jam akhir ketika udara begitu gerah dengan perut keroncongan siswa mesti menerima cekokan materi-materi pelajaran yang agak berat. Tentunya akan terjadi suatu kejengahan bahkan momok bagi siswa seandainya guru tidak mampu berfikir dan bertindak kreatif menghadapi situasi ini.

Kemudian jika situasi itu kita balik, misalnya jam akhir, materi pelajaran lumayan berat, cuaca panas, tenggorokan kering, perut keroncongan dan otak jenuh akan tetapi disamping siswa ada minuman segar, sedikit makanan ringan dan alunan musik lembut mengiringi sang guru yang semangat menyampaikan materi pelajaran dengan teknik dan metode sangat variatif. Situasinya tentu tidak akan seburuk yang kita bayangkan. Bahkan yang mungkin terjadi siswa mengidamkan saat pertemuan dengan sang guru idola tersebut.

Hanya saja yang sering jadi permasalahan adalah, selama ini kita sering dikungkung oleh suatu dokrin kaku yang tidak menghendaki keadaan itu. Seorang siswa harus duduk rapi, tangan dilipat di atas bangku, pandangan lurus kepada sang guru dan sebagainya.
Sambil siswa ngemil? Sangat ditabukan!
Jadi…beranikah kita mendobrak kemapanan, mencairkan kekakuan demi mencapai tujuan pengajaran?

Tidak terhitung kalau di negara-negara eropa yang sudah maju, di daerah kitapun sudah banyak yang mulai mencobanya. Lihat saja SMA Negeri 1 Mataram menerapkan trik ini untuk menggenjot peningkatan nilai UAN. Dengan satu stressing penting “tidak boleh meninggalkan sampah!”
Jadi…Why not?

Aku hanya guru Go-Blog yang suka berbagi informasi demi kemajuan dunia pendidikan.